Skip to main content

Mainan Tradisional

Permainan atau mainan anak-anak jaman sekarang sudah modern, tidak seperti jamannya saya dulu. Dulu saya masih ingat ada mainan mobil-mobilan yang dibuat dari bekas kulit jeruk bali, pistol dari bambu, perahu dari bekas sabut kelapa, mobil dari kaleng bekas, layangan, dan banyak mainan yang memanfaatkan barang-barang bekas. Di kota sepertinya sudah tidak ada lagi mainan tradisional, tergeser dengan mainan yang lebih modern bayangkan saja anak balita saja sekarang sudah di sodorkan iPad, menginjak umur 5 tahun sudah pandai main game PS (playstation).

Computer sudah menjadi satu keharusan, game dengan kelas biasa seperti game boy sudah bisa didapat dengan harga yang cukup murah. Mainanpun punya level sendiri seperti robot, mobil RC (radio control), boneka barbie, helicopter RC, bisa di temukan dengan mudah hampir disemua tempat toko mainan pasti ada. Sedangkan untuk mainan tradisonal mungkin orang sudah mulai melupakannya. Padahal kalau kita bisa mengenalkan atau mempertahankan mainan trasional, menurut saya anak-anak pasti akan lebih suka, karena mainan tradisonal cukup mendidik. Mainan tradisional itu bukan hanya mainan yang bisa langsung dimainkan saja, tetapi justru anak-anaklah yang harus membuatnya terlebih dahulu dengan memanfaatkan barang-barang atau bahan yang ada atau sering dijumpai, misalnya bambu, karet gelang, kain, sandal bekas, kaleng susu, plastik.

Dengan bahan atau barang bekas tersebut secara tidak langsung akan mendidik anak untuk berkreasi membuat mainannya, sehingga anak-anak akan lebih kreatif dalam membuat dan mengembangkannya. Membuat mainan tradsional juga bisa membuat anak-anak jadi cerdik dan banyak akal. Kalau dibandingkan dengan mainan modern tentu saja akan kalah set, misalnya dengan mainan kreatif lego, mainan yang bisa membuat anak untuk berimajinasi. Bagimana dengan mainan tradisional? Yang kian tersingkir...

Kantong kresek bisa dibuat menjadi parasut, kulit jeruk bali bisa jadi mobil-mobilan, bambu bisa dibuat berbagai macam mainan, kaleng, bambu dan sandal bisa dijadikan mobil tangki, banyak sekali mainan tradisional yang sudah kita lupakan, jika anda masih ingat silahkan berbagi mainan tradisional apa yang masih anda ingat?

Hanya kita saja orang dewasa yang harus bisa mengenalkan kepada mereka bahwa mainan tradisonal juga bagus dan sangat mendidik.

Comments

Popular posts from this blog

Racing Car

Skala 1:87, Northland Toys Car Racing White Made in China 

Kereta api mainan

Mainan yang sangat disukai oleh saya adalah kereta api jenis Locomotive, mainan ini walaupun terlihat kecil tetapi bentuk detailnya sama seperti aslinya. Bentuk detail dari body, roda, mesinnya sampai pernak-pernik dari locomotive bisa bikin kita terkagum-kagum dibuatnya. Bayangkan... bukan hanya locomotive dan rangkaian gerbong saja tetapi sampai ke bentuk relnya pun dibuat sama percis. Harga satu unit locomotive mainan ini kira-kira Rp. 400.000 sampai Rp. 800.000 lebih, sedangkan satu unit rel harganya bisa mencapai Rp. 300.000 wuih... Hobi yang sangat mahal sekali.

Hobi mainan

Mainan itu bukan hanya untuk anak-anak saja, tetapi mainan juga ternyata digemari oleh orang dewasa. Jenis mainan anak-anak dan mainan yang digemari oleh orang dewasa pasti ada bedanya. Jenis mainan untuk orang dewasa lebih kepada bentuk miniatur, mainan real mirip aslinya dan dapat di mainkan dengan remote control (RC), koleksi, hobi, mainan miniatur yang dapat di rakit seperti kapal perang, tank, mobil balap, kereta api dengan jenis model yang langka. Biasanya mainan orang dewasa hanya untuk di pajang sebagai koleksi, bisa juga di jadikan aktifitas hobi di waktu libur. Memang asyik jika kita memiliki koleksi seperti mobil mainan dengan merk tertentu seperti Hot wheels, Matchbox, Siku dan Maisto. Hanya dengan memandang saja dan membersihkannya sudah menjadi salah satu kepuasan tersendiri, apalagi koleksi mainan tersebut adalah koleksi yang sangat disukai. Di sinilah letak bedanya antara mainan anak-anak dan mainan orang dewasa. Dan mainan orang dewasa biasanya lebih mahal, salah s...